Sejarah Jahe Merah

Sejarah Jahe Merah - Jahe merupakan salah satu rempah – rempah yang  digunakan dalam berbagai resep makanan dan minuman. Jahe merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia, volume permintaannya terus meningkat sejalan dengan permintaan produk jahe di dunia serta makin berkembangnya industri makanan dan minuman di dalam negeri maupun luar negeri yang menggunakan bahan baku jahe. Jahe merah merupakan salah satu jenis dari varian jenis jahe yang ada. Sejarah jahe merah dalam dunia industri yang sedang berkembang ini perlu kita kaji secara mendalam dan terperinci. Pada artikel ini kita akan membahas mengenai sejarah jahe merah yang dalam kehidupan sehari-hari kita temui dan konsumsi dalam berbagai macam olahan jahe merah.


sejarah jahe merah - jahe merah muresko

Data tahun 2003 menunjukkan bahwa volume ekspor jahe mencapai 7.470 ton, dan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kondisi ini direspon dengan semakin berkembangnya areal penanaman dan munculnya berbagai produk olahan jahe merah. Berdasarkan laporan Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian angka ekspor jahe Indonesia cukup baik dan ada peningkatan jumlah ekspor dari tahun 2016 ke 2017 sebanyak 11,4%. Laporan dari Kemendag tahun 2017 dalam Info Komoditi Tanaman Obat, permintaan jahe emprit dan jahe merah dari Indonesia masing-masing mencapai 10 ton dan 4 ton per minggu. Jahe merah lebih banyak digunakan sebagai bahan baku untuk industri di dalam negeri, seperti industri makanan dan minuman, jamu, dan farmasi.


Nama Ilmiah Jahe Merah

Jahe merah mempunyai nama ilmiah Zingiber officinale Roscoe  atau Zinggiber officinale var. amarum merupakan tumbuhan suku Zingiberaceae yang sudah digunakan sebagai obat secara turun-temurun sejak dulu karena mempunyai komponen volatile (minyak atsiri) dan non volatile (oleoresin) paling tinggi jika dibandingkan dengan jenis jahe yang lain. Sistematika tanaman jahe: divisi Spermatophyta, subdivisi Angiospermae, kelas Monocotyledonae, ordo Musales, family Zingiberaceae, genus Zingiber, spesies officinale.


Sejarah Jahe Merah di Dunia

Sejak zaman dahulu masyarakat Indonesia telah mengenal dan memakai tanaman berkhasiat obat menjadi salah satu upaya dalam penanggulangan masalah kesehatan yang dihadapi. Pengetahuan tentang tanaman obat merupakan warisan budaya bangsa berdasarkan pengalaman secara turun-temurun telah diwariskan oleh generasi terdahulu kepada generasi saat ini. Jahe merupakan rempah-rempah Indonesia yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam bidang kesehatan. Jahe berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai Cina. Jahe berasal dari hutan hujan tropis dari subbenua India ke Asia Selatan di mana tanaman jahe menunjukkan variasi genetik yang cukup besar. Sebagai salah satu rempah-rempah pertama yang diekspor dari Timur, jahe tiba di Eropa selama perdagangan rempah - rempah, dan digunakan oleh orang Yunani dan Romawi kuno. Diperoleh oleh orang-orang Yunani dan Romawi dari pedagang Arab, itu adalah salah satu rempah-rempah oriental pertama yang tiba di Eropa. Dilansir dari http://powo.science.kew.org, Zingiber officinale mungkin berasal dari India. Ini secara luas ditanam sebagai tanaman komersial di Asia selatan dan tenggara, Afrika tropis (terutama Sierra Leone dan Nigeria), Amerika Latin, Karibia (terutama Jamaika) dan Australia.

Nama-nama jahe dalam sebaran dunia mempunyai nama-nama tersendiri di setiap daerhanya. Gingiber Latin Abad Pertengahan, dari bahasa Yunani zingiberis. Ingwer dalam bahasa German. Garden ginger di English. Ginger di kawasan English. Gengibre dalam bahasa Portuguese. Gingembre sebutan bahasa French. Ingefära dalam bahasa Swedish. Jengibre sebutan di bahasa Spanish. Zenzero bahasa Italian. Dari bahasa Sansekerta yaitu srngaveram , dari srngam "tanduk" dan vera - "tubuh", dari bentuk akarnya.

Manfaat Jahe Merah

Rimpang jahe merah biasa digunakan sebagai obat masuk angin, gangguan pencernaan, menurunkan kadar kolesterol, sebagai analgesik, antipiretik, antiinflamasi, dan lain-lain. Pemanfaatan rimpang jahe merah secara tradisional untuk pengobatan reumatik adalah rimpang secukupnya dibakar, kemudian dicuci bersih dan diparut, selanjutnya ditempelkan pada bagian yang sakit dan dilakukan secara teratur sampai sembuh. 

Jahe memiliki banyak manfaat obat. Rimpang segar atau kering digunakan dalam sediaan oral atau topikal untuk mengobati berbagai penyakit, sementara minyak esensial dioleskan secara topikal sebagai analgesik. Bukti menunjukkan jahe paling efektif melawan mual dan muntah yang terkait dengan operasi, vertigo, perjalanan penyakit dan morning sickness. Studi terbaru menunjukkan bahwa jahe merah memiliki antioksidan, antikanker, anti-inflamasi, anti-apoptosis, anti-hiperglikemik, anti-hiperlipidemia dan tindakan anti-muntah. 

No comments:

Post a Comment

Rerata Harga dari 10 Produk - Perbandingan Harga Jahe Merah di Toko Online




Pesan Jahe Merah Muresko






INSTAGRAM JAHE MERAH MURESKO

@jahemerahmuresko

TERIMAKASIH SAHABAT JAHE MERAH MURESKO TELAH BERKUNJUNG DI TOKO JMM



Tentang Kami

Kami merupakan distributor tunggal penjualan Jahe Merah Hangat dan Menyegarkan di Indonesia dengan merk MURESKO. Komitmen kami adalah memberikan pelayanan terbaik kepada Agen Pemasaran dan Konsumen kami di seluruh Indonesia. Beli Jahe Merah MURESKO sekarang juga dan rasakan berbagai manfaatnya!